10 Tips Kreatif Mengajak Nikah Cowok Yang Tak Kunjung Melamar Anda

Hubungan sudah serius dan Anda merasa it’s time to move on. Yeah, Anda ingin menikah. Sayangnya, si dia tak kunjung melamar Anda. Ah, sudah bukan zamannya lagi bersikap pasrah. Anda sebagai cewek, bisa berinisiatif “melamarnya”. Tentunya bukan asal main todong ya. Anda tetap harus terlihat elegan, tidak terkesan memaksa, apalagi apakai acara mengancam segala seperti mengaku hamil lah, dikejar umur lah, dijodohkan orangtua lah, teman sudah menikah lah dan sebagainya, yang justru bisa membuat si dia lari terbirit-birit. Nah, berikut ini, iniopiniku.com akan berbagi tips kreatif bagaimana mengajak nikah cowok Anda yang tak kunjung melamar Anda:

1. Ajak ke Wedding Fair. Mungkin Anda dan pasangan paling rajin mengunjungi pameran seni sampai otomotif. Kali ini, ajak dia ke pameran perkawinan. Kalau dia bertanya, Anda bisa menjawab ingin lihat-lihat saja, barangkalai saja suatu hari nanti berguna. Dia pasti sudah bisa menduga, Anda tengah melancarkan cara mengungkapkan keinginan terpendam.

2. Film Bertema Pernikahan. Kirimkan koleksi film-film bertema wedding seperti My Best Friend Wedding, My Big Fat Greek Weeding atau Wedding Planner. Lewat cara ini, secara tidak langsung, Anda mengingatkan dia tentang pentignya pernikahan bagi Anda. Yaah, namanya juga usaha, berharap saja dia akan menangkap pesan yang Anda kirimkan.

3. Memanas-manasi. Anda bisa mengungkapkan ketakutan Anda jika dia tak kunjung memberi ketegasan. Anda bisa bilang begini, “Cinta sih cinta, tapi kalau kamu terus-terusan tidak memberi kepastian, aku takut saja tergoda lelaki lain, nih.” Kalau merasa sudah terlanjur sayang, tentu dia akan memikirkan warning Anda ini. Salah mengambil keputusan, ia benar-benar akan kehilangan Anda.

4. “Melibatkan” orang tua. Sesekali boleh juga membawa-bawa nama orang tua di depannya. Anda bisa mengatakan, “Kamu dapat salam dari orangtuaku. Kata mereka kapan kamu menikahi anaknya,” Dengan gaya bicara Anda yang santai dan tanpa beban, dia tidak akan menanggapi kata-kata Anda sebagai pemaksaan.

5. Pinjam Mulut Sahabat. Biasanya yang cukup gencar bertanya soal pernikahan adalah sahabat dan teman-teman dekat. Anda bisa memanfaatkannya untuk menodong pasangan Ada. Ketika Anda dan pasangan sedang jalan bareng bersama teman-teman, dan di antara mereka ada yang bertanya soal pernikahan. Anda jangan menjawab. Tapi mintalah pasangan yang menjawabnya, “Ditanya tuh, katanya kapan kita kawin.” Meski itu lontaran pertanyaan dari teman Anda, tapi secara tidak langsung Anda sendirilah yang bertanya kepadanya.

6. Berpura-Pura Ragu. Dalam suatu kesempatan Anda bisa mengungkapkan keraguan Anda pada hubungan yang sedang dijalani. “Belakangan aku merasa enggak enak, jujur saja aku mulai ragu apakah kita akan bisa menikah. Aku berharap pada suatu hari kita dapat menikah, tapi aku merasa kayaknya itu kok sulit, ya? Sebagian dari diriku mencitanimu dan sebagian lagi tidak mersa yakin. Menurutmu bagaimana?” Mendengar Anda berkata seperti itu, pasti membuat perasaannya tak menentu. Dengan menjelaskan keinginan dan mengomunikasikan yang dirasakan, Anda telah menciptakan kesempatan bagi pasangan untuk memecahkan persoalan hubungan Anda dan dirinya.

7. Beri Jarak. Ketika Anda ingin menikah dan pasangan menolak, sebaiknya Anda mundur dulu satu langkah. Kurangi intensitas pertemuan Anda dan dia. Jangan lagi bersikap seperti kekasihnya, seperti bersikap romantis, menelponnya setiap hari, dan bertanya kegiatan apa saja yang ia lakukan pada hari itu. Dengan begitu, Anda memberikan kesempatan pada pasangan untuk merasakan seberapa besar cintanya kepada Anda. Cukup sering seorang lelaki baru menyadari betapa besar cintanya kepad kekasihnya, ketika ia secara langsung dihadapkan pada kemungkinan kehilangan Anda.

8. Cari Suami. Ketika hubungan sudah mulai mengarah ke tahap serius, sebaiknya Anda memberikan warning bahwa Anda tidak ingin berpacaran lama-lama, Katakan kepadanya, bahwa Anda saat ini sedang mencari suami, bukan pacar. Anda tidak perlu takut dia berbalik arah meninggalkan Anda. Malah sebaliknya, kalau dia benar-benar sudah tak bisa berpaling ke lain hati, maka dia akan segera meminta Anda untuk menikah dengannya.

9. Alasan Hubungan. Anda bisa menjadikan hubungan yang telah terjalin sekian tahun dan kedekatan emosional yang terjalin antara Anda dan dia sebagai pancingan. Mulailah dengan kalimat seperti, “Kayaknya kita juga sudah saling mengenal pribadi masing-masing. Kamu sudah mempunyai bayangan bukan, hubungan kita akan dibawa ke mana?” Tidak perlu diselipkan kata-kata menikah, dia pasti paham dengan maksud Anda.

10. Tembak Langsung. Kalau dia mungkin masih tidak peka denga sinyal-sinyal yang Anda berikan, sebaiknya Anda bertanya langsung kepadanya. “Aku sudah ingin menikah. Kamu gimana? Berniat menikah denganku atau tidak?” Kalau dia menjawab ada niat. Anda tinggal mendiskusikannya lebih serius lagi. Menembak langsung seperti ini, menjadikan komunikasi Anda dan dia memang jadi lebih terbuka. Dia bisa tahu keinginan Anda secara jelas, tanpa basa-basi.

Jika, usaha-usaha di atas tidak berbuah hasil, jangan salahkan caranya, tapi memang bukan dialah orang yang tepat untuk Anda :)

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari iniopiniku.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner


08. November 2012 by admin
Categories: Opini Gaya Hidup, Tips | Tags: , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *

*