Tips Memulai Belajar Fotografi dengan Memotret Model

Bila ada yang bertanya mulai dari maan sebaiknya bila mau belajar memotret? Maka jawaban saya adalah belajarlah memotret model. Mengapa? Karena bila seseorang fotografer pemula dilepas begitu saja, kebanyakan dari mereka kesulitan dalam mencari mana yang bisa direkam untuk menjadi gambar (obyek) fotografi yang bagus.

Katakanlah di jalan Malioboro (Yogyakarta) atau Ubud (Bali), kedua tempat tersebut menarik, unik, tapi apakah kita bisa menuangkannya dalam sebuah foto? Saya kira tidak semudah itu. Akan terlihat, bagimana fotografer pemula sering gagal mendapatkan gambar yang menarik, padahal banyak sekali obyek dan momen menarik di sana : ‘berserakan’ dan tidak pernah habis.

Ada beberapa alasan kuat, kenapa memotret model sangatlah membantu dalam mempelajari fotografi. Berikut ini, iniopiniku.com akan berbagi untuk Anda:

1. Pertama, sudah tidak perlu memikirkan kemana harus berburu obyek/subyek pemotretan. Karena obyek foto haruslah menarik, karena kalau tidak menarik kenapa harus difoto? Dan kenapa harus dipaksa untuk menarik dalam foto? Model yang cantik, anak kecil yang lucu, wajah orang tua yang khas, semua itu adalah model pemotretan kita. Orang-orang di sekitar kita adalah model yang ideal untuk kita belajar memotret.

2. Kedua, bersama orang-orang yang kita kenal, kita tidak sungkan bila memang sedang belajar. Mengarahkan mereka untuk menyesuaikan dengan teknis ‘skenario pemotretan’ yang kita kuasai, seperti backlight, negative space, low speed, panning, dsb. Inilah peluang belajar secara teknis yang baik, sampai Anda matang, termasuk di dalamnya teknis tata cahaya, komposisi foto dan sebagainya. Teori sudah banyak tersedia, baik media eletronis maupun cetak, tinggal bagaimana mempraktekan ilmu Anda sekarang.

3. Ketiga, belajar bekerja sama dalam mewujudkan sebuah gambar. Saya tidak mengatakan bahwa hal itu adalah sebuah karya. Jangan dulu kita berpikir terlalu jauh. Cobalah kita untuk memotret orang tua, saudara, adik, istri atau anak kita. Bisakah itu menjadi gambar yang baik? Tidak hanya dari kualitas gambar, tapi juga mampu menggugah orang lain yang melihatnya, ikut merasakan bahwa gambar yang Anda hasilkan itu menarik? Ini membutuhkan sebuah kerjasama antara fotografer dan model. Ada sebuah interdependensi yang saling mempengaruhi, dan dalam hal ini, fotografer bagaikan pemusik dan model bagaikan penarinya. Fotografi lebih menyerupai tarian, bukan hanya pelukis dan kanvasnya. Peran alat di dalam foto model adalah seperti instrumen musik, semakin rumit maupun sederhana alat itu, tidak berarti menentukan kualitas tarian. Semua tarian punya kekuatan dan kemegahannya sendiri, tak ada bedanya, baik diiringi oleh instrumen sederhana seperti Tifa (Papua) maupun instrumen rumit seperti Gamelan (Jawa dan Bali). Kira-kira begitulah kurang lebih analoginya fungsi alat rekam dokumentasi dalam fotografi model. Tidak menjadi soal, secanggih apapun medianya, akan sangat tergantung pada kita, bagaimana menggunakannya (The Man Behind The Gun)

So, sebaiknya janganlah mereka yang sedang mulai belajar fotografi sering mengeluh dengan keterbatasan alat, maupun beralasan sulit mencari model. Karena semua itu adalah media belajar, bagaimana kita bisa mengasah keterampilan, wawasan maupun ilmu komunikasi. Tugas Anda sekaran adalah memaksimalkan alat yang ada di tangan Anda untuk menghasilkan foto yang terbaik.

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari iniopiniku.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner


07. October 2012 by admin
Categories: Opini Gadget & Teknologi, Tips | Tags: , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *

*