Tips Mendampingi Anak Saat Mengerjakan PR

Pekerjaan Rumah (PR) dari sekolah, seringkali membebani anal. Apalagi jika diberikan dalam jumlah berlebih  di hampir setiap mata pelajaran. Padahal ‘memborbardir’ anak dengan PR dan tugas-tugas berlebihan, bukan merupakan cara efektif untuk menanamkan pola belajar yag baik.

Menurut psikolog RS dr. Sardjito, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, kebiasaan mengerjakan pekerjaan sekolah memang bisa dibiasakan sejak kecil, namun jika tidak proporsioanal dengan usianya akan berpengaruh pada emosional anak. Karena Gamayanti menegaskan bahwa dunia anak-anak sebenarnya adalah bermain. “Nah, sekarang nampaknya, banyak yang lupa bahwa bermain adalah salah satu hak anak. Ketika anak sudha dipenuhi dengan berbagai macam tuntutan, akhirnya bisa membuatnya jenuh,” imbuh Gamayanti. Anak perlu satu situasi belajar yang menyenangkan, tidak diberi beban berat dan masih bisa bermain. Berikut ini, iniopiniku.com akan berbagi tips bagaimana mendampingi anak saat mengerjakan PR, sebagaimana disampaikan Psikolog anak, Dr. Seto Mulyadi Psi. Msi.:

1. Sebelum anak mengerjakan PR atau membuka buku pelajaran, sebaiknya anak diajak untuk relaksasi terlebih dahulu. Misalnya ajak anak bercerita tentang kejadian yang menyenangkan atau kejadian lucu di sekolah. Menit-menit pertama ini bisa menjadi ajang curhat , karena anak akan bersemangat. Nah, bila anak sudah mood maka mulailah membahas soal PR.

2. Sebaiknya dipastikan terlebih dahulu bila semua alat tulis atau perlatan yang dipakai untuk mengerjakan PR sudah tersedia dan mudah dijangkau. Misalnya, anak ketika salah menjawab, akan mudah untuk mencari penghapus. Atau bila ada soal membuat bangun ruang, penggaris sudah tersedia.

3. Mendampingi anak saat membuat PR, membuat anak merasa nyaman. Namun, biarkan anak mengerjakan soal sendiri terlebih dahulu, bila dirasa sudah cukup sulit, orang tua bisa membantu. Sebaiknya jangan di depan televisi karena anak akan menjadi malas belajar atau konsentrasinya terpecah.

4. Saat belajar, bisa juga disediakan camilan yang disukai anak, namun tentu saja jangan yang berat-berat. Bila anak suka mendengarkan musik, bisa juga diperdengarkan supaya hati anak menjadi riang. Banyak ahli psikolog berpendapat, pada anak-anak tertentu, musik favoritnya mampu meningkatkan semangat belajar anak.

5. Sebaiknya, atur waktu saat mengerjakan PR. Ada anak yang lebih suka mengerjakan PR sepulang sekolah, ada juga yang lebih senang pada waktu malam hari. Bila dikerjakan malam hari, pastikan lampu penerangannya cukup. Cara ini untuk mencegah anak terburu-buru dalam mengerjakan PR dan membuat anak tidak cepat mengantuk.

6. Orangtua sebaiknya menjalin komunikasi yang baik denga guru, sehingga saat anak bermasalah dengan PR atau mata pelajaran bisa diatasi. Bila perlu tulis di buku penghubung, sehingga guru paham kesulitan murid.

7. Bila perlu, bebaskan anak untuk memilih apakah ingin mengerjakan PR sendiri atau sesekali bersama teman. Langkah ini bisa membuat keakraban dan orangtua bisa mengenal  lebih dekat teman-teman anaknya.

8. Bila anak mengalami kesulitan , orang tua sebaiknya siap sedia membantu. Namun jangan mengambil peran mengerjakan PR. Orang tua tetap konsisten untuk tidak terpengaruh rengekan atau ancaman anak. Anak akan memahami konsekuensinya bila tidak mengerjakan PR.

9. Saat anak sudah selesai mengerjakan PR dan minta dikoreksi sebaiknya orang tua juga melihat nilai-nilai lainnya, apakah saat disekolah anak  juga mendapat nilai bagus. Jangan lupa beri pujian dan ucapan terima kasih bila PR sudah dikerjakan dengan baik dan lebih cepat, serta rapi menulisnya.

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari iniopiniku.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner


22. September 2012 by admin
Categories: Opini Tumbuh Kembang, Tips | Tags: , , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *

*