Tips Mengasah Mata Hati Dengan Indera Keenam

Berbeda dengan indera-indera lain yang kasat mata, indera keenam memang hanya bisa dirasakan. Ini berkaitan dengan erat dengan pengalaman batin yang berasal dalam diri. Lalu bagaimana cara kerjanya? Menurut Sonia Choquette, penulis buku “The Psychic Pathway”, indera keenam tak lain merupakan suata kesadaran terhadap informasi, yang melebihi kemampuan kelima indera lainnya. Secara tak sadar, kelima indera itu senantiasa bekerja mengumpulkan informasi-informasi untuk diendapkan pada alam bawah sadar. Di saat membutuhkan, pikiran Anda secara tiba-tiba akan memproses semua informasi yang diperlukan dan memunculkan sebuah intuisi sebagai hasil dari proses itu.

Contoh sederhananya begini. Anda (wanita) terbiasa berteman dengan lingkungan pria-pria ‘playboy’. Dari pergaulan Anda yang cukup lama dengan mereka, Anda paham betul bagaimaan cara mereka menghadapi ‘korbannya’. ‘Data’ ini akan mengendap di alam bawah sadar Anda dan akan menjadi ‘sensor’ ketika bertemu dengan pria semacam ini di kemudian hari di lingkungan baru. Ketika pria semacam ini mendekati Anda, indera keenam Anda akan memberikan bisikan hati yang mengingatkan Anda akan ‘potensi-bahaya’ bila memilih berhubungan dengannya.

Kasus lain, dalam menghadapi tawaran kerja yang dilematis. Ketika dihadapkan pada 2 pilihan pekerjaan, logika Anda akan mulai menghitung untung-ruginya. Dengan perhitungan matematis, keduanya memiliki kekuatan berimbang. Ketika Anda sedang bingung memutuskan, indera keenam Anda dengan caranya sendiri akan memberitahu mana pilihan yang sebaiknya diambil. Misalnya saja, Anda tiba-tiba merasa punya feeling bahwa Anda akan lebih betah bekerja di perusahaan “A” hanya karena suka dengan toiletnya. Informasi ini kelihatannya sederhana. Tapi Anda mengabaikannya, dan bukan tak mungkin Anda akan menyesal di kemudian hari.

Dalam buku “Indera Keenam” karangan Miranda J. Butler, disebutkan ada 3 bentuk indera keenam yang biasa muncul dalam kehidupan sehari-hari, bahkan pada orang yang tidak terlatih sekalipun:

1. Claivoyance atau Gambaran Batin. Dalam keada setengah tidur Anda melihat beberapa gambaran seperti mimpi yang tidak dapat dikendalikan. Bagi sebagian orang, gambaran yang muncul saat itu, tak ubahnya imajinasi. Gambaran itu sebenarnya adalah dunia alam bawah sadar yang mencoba berkomunikasi dengan Anda melalui simbol. Ini hanya dapat dipahami jika Anda memperhatikan makna di balik simbol yang muncul dari gambaran batin. Contohnya, ketika telepon berdering, Anda membayangkan seorang kawan, ternyata benar dialah yang menelpon Anda.

2. Clairsentience atau Perasaan Batin. Misalnya Anda merasa gelisah tanpa sebab lalu diikuti kabar buruk menyangkut orang-orang terdekat dengan Anda. Atau perasan gelisah (tidak enak) saat sedang bersama atau bertemu seseorang. Atau, pernahkah Anda merasakan kesan buruk tentang seseorang, pada menit-menit pertama berkenalan dengannya? Yah, seperti itulah contohnya.

3. Clairaudience. Adalah bisikan/suara batin yang berasal dari alam bawah sadar Anda. Dibanding 2 jenis di atas, clairaudience lebih jarang terjadi. Misalnya ketika terbangun tengah malam, Anda tiba-tiba tergerak untuk mengecek SMS/BBM pasangan dan ternyata menemukan pesan-pesan cintanya untuk perempuan lain.

Para ahli percaya bahwa suatu keputusan terbaik dalam hidup seseorang diperoleh dari sinergi pertimbangan logika dan bisikan hati yang bersumber dari indera keenam. Jika Anda bisa mengombinasikan keduanya dengan baik, niscaya hanay keputusan terbaiklah yang akan Anda buat dalam hidup, dan Anda tak akan pernah menyesalinya. Seperti indera-indera lainnya, kemampuan ini bisa ditingkatkan, bila yang bersangkutan menginginkannya. Ada 5 latihan yang bermanfaat untuk mengasah ketajaman indera keenam Anda seperti ditulis dalam buku Indera Keenam karangan Miranda J. Butler, yaitu:

1. Meditasi. Agar bias mendengarkan suara hati, Anda harus mengeluarkan pikiran-pikiran intelektual dari benak. Duduk atau berbaringlah dalam sebuah ruang yang tenang. Pejamkan mata dan focus pada pernapasan. Lakukan latihan ini beberapa menit setiap hari.

2. Visualisasi. Bayangkan diri Anda tengah menghadapi sebuah masalah. Lalu bayangkan bagaimana seseorang atau situasi membantu Anda keluar dari masalah. Cermati bagaimana cara mereka memecahkan masalah.

3. Berbicara Dengan Alam Spiritual. Membiasakan diri bicara dengan alam spiritual akan emmbantu menajamkan intuisi. Bicaralah seoralh-olah Anda sedang berbicara dengan teman. Sampaikan padanya tujuan-tujuan hidup Anda. Katakan Anda ingin memperoleh kesuksesan di bidang karir dan bisnis. Pada awalnya Anda akan merasa percakapan hanya berjalan satu arah. Namun sejalan dengan meningkatnya kepekaan, Anda akan merasa intuisi menjawab pertanyaan Anda dengan respons lembut pada tubuh.

4. Membuat Jurnal Mimpi. Catatlah semua mimpi dan usahakan memahami setiap simbol yang muncul dalam mimpi. Sebagai awalnya Anda hanya bisa menerka apa yang ingin disampaikan oleh alam bawah sadar Anda melalui mimpi. Lama kelamaan Anda akan terbiasa memahami makna dari mimpi-mimpi Anda.

5. Mendengarkan Musik. Mendengarkan Musik. Mendengarkan musik instrumental akan membantu mengaktifkan otak kanan yang berhubungan dengan kreativitas. Bagian inilah yang berpikir dalam gambar, bentuk dan simbul. Mendengarkan musik akan membuka kebuntuan pikiran dalam menerjemahkan simbol-simbol yang dikirim oleh intuisi dalam diri.

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari iniopiniku.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner


21. July 2012 by admin
Categories: Tips | Tags: , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *

*