Tips Berburu Barang Murah Pasca Lebaran

Butuh barang-barang berkualitas dengan harga murah? Anda tak perlu lagi menunggu datangnya diskon akhir tahun. Cukup menunggu hingga Lebaran usai. Mengapa menunggu Lebaran usai? Pertanyaan itu mungkin terbersit di pikiran Anda. Jawabannya sederhana saja. Usai lebaran, biasanya banyak orang butuh dana segar setelah ‘habis-habisan’ di Hari Raya. Salah satunya dengan ‘mencairkan’ barang yang ada. Kadang dengan harga yang terpaksa ‘dimiringkan’.

Barang apa saja yang bisa Anda lirik atau mungkin Anda beli usai Lebaran? Wah, banyak. Mulai dari kain, pakaian dan aksesorinya, barang-barang elektronik, seperti TV, radio-tape, DVD Player, laptop dan lain-lain, perhiasan dan berlian hingga motor dan mobil. Namun semua barang itu tentunya tidak berkumpul di satu tempat. Anda harus pintar mencarinya di tempat-tempat tertentu untuk mendapatkannya. Di mana saja kah itu?

1. Iklan Jual BU. Iklan BU (Butuh Uang) salah satu alternatif untuk bisa mendapatkan barang dengan harga murah. Anda bisa mencarinya di iklan baris surat kabar, internet atau hari-hari tertentu di mailing list (hari jualan). Memang yang diiklankan biasanya bukan benda-benda kecil. Kebanyakan adalah laptop. Lewat iklan BU ini biasanay si penjual butuh barangnya terjual cepat. Pasalnya, ia juga butuh dana cepat pula. Kalau sudah begini ia takkan pasang harga tinggi. Harga pun sangat bisa dinegosiasikan lagi. Namun, Anda perlu cermat dan berhari-hati pula. Periksa kelengkapan dan keabsahan barang tersebut. Jangan sampai Anda membeli yang fungsinya kurang bagus atau malah barang-barang ilegal/curian.

2. Garage Sale. Nah, kalau di tempat ini, barang-barang yang bisa Anda dapatkan lebih beragam. Dari pakaian dan segala aksesoris perlengkapannya, hingga elektronik pun ada. Namun, yang umum dijual memang segala macam kebutuhan perempuan seperti pakaian, tas, sepatu, aksesoris dan pernak-pernik lainnya. Memang tak semua barang yang dijual adalah barang second hand yang baru dibeli sebelum lebaran. Ada juga barang baru. Ya, paling tidak harga yang dijual lebih miring. Soal harga, ya lumayan bikin kantong bisa bernafas legal lah. Sementara kualitas, pintar-pintar Anda memilih. Memang biasanya, barang yang dijual layak pakai dan masih punya daya jual. Namun, tak ada salahnya Anda memeriksa dengan teliti sebelum membeli daripada menyesal kemudian.

3. Barang Kadaluwarsa. Yang termasuk barang kadaluwarsa disini misalnya adalah Baju koko, peci, sandal, pasmina dan barang-barang lain pelengkap lebaran. Khususnya yang diporduksi oleh pabrikan umum, seperti The Executive, M-2000 dan sejenisnya, yang kesehariannya tidak memproduksi barang-barang lebaran, namun memang mengkhususkan untuk memproduksi barang-barang lebaran pada momen lebaran tersebut. Alhasil, setelah momen lebaran berlalu, namun stok barang masih tersisa di counter, mereka akan buru-buru menghabiskannya, baik dengan embel-embel discount 50% atau cuci gudang. Lumayan kan untuk stok tahun depan :)

4. Lelang Barang. Nah, untuk barang-barang lelang dengan harga murah, Anda bisa mencarinya di rumah gadai. Tak perlu malu, banyak juga kok orang-orang golongan menengah ke atas yang menggadaikan barang-barang mereka di sini. Jadi, secara kualitas, barang yang ditawarkan di acara lelang pegadaian kondisinya masih bagus dan berfungsi dengan baik. Karena sebelum digadaikan, petugas di loket penaksir akan memeriksa dan menilai barang yang digadaikan. Lalu, barang apa saja yang bisa Anda dapatkan disini? Banyak. Dari kain yang memiliki nilai jual, perhiasan, barang-barang elektronik hingga motor dan mobil pun ada. Namun, memang sekitar 80% barang yang dilelang di pegadaian adalah perhiasan, baik emas ataupun berlian. Harga barang yang dilelang di pegadaian pun bisa jauh lebih murah. Untuk barang elektronik harganya bisa lebih murah hingga 50%, sedangkan kendaraan bermotor mencapai 30-40%. Perlakuan berbeda untuk perhiasan, khususnya emas. Harganya mengikuti trend harga emas di pasar. Jika Anda tertarik, cobalah datanglah di awal dan akhir bulan atau lihat jadwal yang tertera di sana. Perum pegadaian memang rutin mengadakan acara lelang itu 2 kali sebulan. Yang dilelang sendiri adalah barang-barang gadaian yang tidak ditebus atau sudah jatuh tempo dengan sepengetahuan si pemilik. Jadi, Anda tak perlu terlalu mengkhawatirkan kelegalannya.

Untuk lebih memberikan gambaran pada Anda mengenai seberapa miring harga barang-barang di gadai, maka berikut ini saya coba memaparkan sedikit perhitungannya. Misalnya, Anda adalah seseorang ingin menggadaikan laptop yang harga di pasaran sekitar Rp 9 juta. Maka, maksimal uang yang bisa ia pinjaman dari pegadaian adalah 60% dari harga pasar tersebut. Plus bunganya sebesar 1,625% per 15 hari. Masa lama gadai sendiri maksimal 120 hari. Dengan asumsi tersebut berarti maksimal dana yang diperoleh adalah:

Rp 9 juta x 60% = Rp 6 juta. Bunga selama 15 hari: Rp 6 juta x 1,625% = Rp97.500. Jika Anda gadaikan selama 120 hari maka bunganya adalah: (120/15) x 97.500 = Rp 780.000.

Jika dalam tempo pembayaran, orang itu tidak sanggup melunasi dan minta langsung dilelang, maka dana sebesar Rp 6.780.000 (Rp 6 juta + Rp 780.000) wajib dibayar melalui penjualan laptop. Nah, nilai tersebut pulalah, yang dijadikan patokan harga awal saat barang dilelang. Bandingkan selisih nilai Rp 9 juta dan Rp 6,780 juta, cukup ‘miring’ bukan?

Selamat Berburu!

Anda Ingin Berlangganan Free-Artikel Dari iniopiniku.com?
Daftarkan e-mail Anda di bawah ini dan pastikan verifikasi melalui email Anda:

Delivered by FeedBurner


29. July 2012 by admin
Categories: Opini Inspirasi Usaha, Tips | Tags: , , , , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *

*